Mabuk di enggang lalu Anyelir rasa menjalar untuk tahu Usahkan aku mencari Lantas sapa datang tanpa beri Irama waktu menjadi candu Namamu bermuara pada ujung sadarku Detak menjadi pacu untuk berkata "Aku taruh rasa untukmu" Awan yang berbicara tentang suasana Kau tunjukkan satu cumulus nimbus Hinggap di pelataran langit gelap Ia ada diantara obrolan kita Resap dan harap salam untuk bahagia Indahkan bahasa isyaratmu Yang berada di ambang cakrawala Alam kita tak pernah habis dibawa Narasi hidup tanpa henti sebab jiwa Hay Linda Ikat aku pada semesta Dekap aku sedalam samudera Ambil dan bawa sukma ini Yang berdiam sepi Agar tiada pergi dan hilang ditikam sunyi Hingga dunia tak kita singgahi Rasaku bukan lagi rahasia, Lin Agar waktu tak menyekapku Cemasku sudah membisu, Lin Hilang diburu percaya Maka kutunggu jawab pasti dari lubuk hati Agar langkah kita bukan hanya sekedar Namun ia berjalan dengan beriringan September 2018
13 Juni 2020. Saat itu pertengahan pandemi, kubuka sebuah sosial media bergambar burung. Berselancar pada berandanya. Seperti biasa, aku seringkali mengisi ke- gabut- an dengan menyukai atau me- reply cuitan orang-orang. Random saja. Akun bernama Kala, waktu itu membuat sebuah challange di cuitannya. Aku reply saja, pikirku saat itu hanya iseng. Tak lama berselang terdapat direct message darinya. Kubalas, saat itu berisi challange yang sebenarnya "harus" aku ikuti rule- nya, namun dengan dalih -meskipun memang sebenarnya aku tak mahir- tidak memahami bahasa Inggris, aku menanyakan artinya dan akhirnya tidak kuikuti rule yang sudah ada. Anggap saja sksd, ha-ha-ha. Chat pada DM Twitter terus berlanjut, bertanya hal yang tak penting sampai yang biasa saja, layaknya orang-orang pada umumnya. Sampai suatu saat, seringkali gawaiku error saat membuka sosial media tersebut, akhirnya kuputuskan untuk berpindah ruang ke Instagram. Percakapan panjang terjadi. Hingga pada akhirnya, men...
Seperti halnya api yang membutuhkan udara Aku juga terkadang butuh sokongan agar terus menyala, berkibar merdeka, tapi tidak melahap sekitarku Semua orang tau, tiada makhluk di muka bumi ini yang tidak mampu, seperti halnya seorang rakyat kecil yang memimpin sebuah negara besar. Akan tetapi, apakah ia mampu menghadapi permasalahan mulai dari dirinya sendiri hingga masyarakat? Jaman sekarang itu jaman pencitraan, segala hal yang berkaitan kepada seseorang yang sebenarnya tidak terlalu baik atau biasa saja, selalu terliput oleh media. Akan tetapi, mereka yangbl tulus dan benar-benar baik, selalu terluput oleh media. Sebenarnya peran media itu penting sekali. Ya. Mengapa kukatakan seperti itu? Karena segala informasi terangkum menjadi satu dan menjadi informasi yang tersebar di segala pelosok negri. Akan tetapi, tidak semua informasi yang kita peroleh dari suatu media itu benar-benar realita. Kenapa begitu? Karena walau memang realita, berita yang diliput terkadang objektif dan lebay ...
Komentar
Posting Komentar